Potensi Energi Panas Bumi di RI yang Mencapai 28 Gigawatt Bagaikan Harta Karun

Di negara Indonesia, sebenarnya terdapat energi panas bumi yang melimpah. Banyaknya gurung berapi yang aktif hingga saat ini disinyalir menjadi penyebab utama Indonesia memiliki kekayaan energi. Gunung berapi tersebut tersebar di berbagai daerah, provisi dan pulau-pulau di Indonesia. Hal ini sebenarnya tak lepas dari wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke yang kena telak menjadi zona merah wilayah the ring of fire atau cincin api pasifik.

Ahli Geofisika ternama menjelaskan bahwa ada sekitar 452 gunung berapi yang aktif di sebaran cincin api pasifik, 127 diantaranya berada di wilayah Indonesia. Wilayah cincin api pasifik merupakan penyumbang tersbesar yang mencapai 90% gunung berapi di dunia. Panjang wilayah tersebut mencapai 25 ribu mil atau sekitar 40.233 km yang terbentang mulai dari Selandia Baru, Indonesia, Filiphina, Jepang, kemudian melintasi kepulauan Aleutian dan terakhir menyusuri pesisir Alaska, Kanada, Pantai Barat Amerika Serikat, hingga ke ujung Amerika Selatan.

Tentu ada hal yang patut diwaspadai pada negara yang berada di wilayah cincin api pasifik, yaitu bisa berpotensi gempa karena banyaknya gunung berapi aktif, sehingga menjadikan lempengan bumi terus bergerak dan bergeser. Dibalik itu kelebihannya adalah negara-negara tersebut mempunyai tanah yang subur dan cuaca yang hangat. Serta mempunyai kekayaan alam berupa energi panas bumi yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pembangkit listrik, salah satunya adalah Indonesia.

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk memanfaatkan dan mengembangkan energi panas bumi karena negara ini memiliki cadangan panas bumi yang mencapai 28 Gigawatt (GW). Tentu ini menjadi sebuah harta karun yang harus terus digali. Sehingga bisa memanfaatkan secara menyeluruh pada bidang pembangkit listrik dan bidang yang lainnya. Sementara yang baru dimanfaatkan hanya mencapai 1.948,5 Megawatt (MW). Meski begitu, pemerintah terus mendorong upaya pemanfaatan lebih banyak lagi.

Target pemerintah pada tahun 2020, harus bisa memanfaatkan energi panas bumi sebesar 7.241,5 MW, pada prosesnya pemerintah akan melakukannya secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas pembangkit dari panas bumi. Pada tahun 2018 ini di Provinsi Sumatera Selatan akan ada tambahan kapasitas dari COD PLTP Lumut Balai sebanyak 55 MW. Kemudian di Provinsi Sumatera Utara ada PLTP Sorik Marapi dengan tambahan 40 MW.

Dengan target itu, harapannya pada akhir 2018 mudah-mudahan Indonesia akan menjadi nomor dua di dunia pada bidang pemanfaatan energi. Hal yang perlu diketahui bahwa energi panas bumi termasuk kedalam energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan. Sehingga kedepannya energi ini akan terus ada dengan cadangan yang tidak terbatas tanpa khawatir mengalami kehabisan. Serta pemanfaatan energi ini bisa dilakukan secara bertahap ke berbagai bidang seperti transportasi, industri pabrik, rumah tangga dan semacamnya.