Kualitas Udara Membaik Setelah Pemerintah DKI Jakarta Berlakukan Sistem Ganjil Genap Untuk Asian Games

Pesta olahraga se-Asia tahun 2018 tinggal menghitung hari. Tepatnya pada tanggal 18 Agustus 2018 pesta olahraga yang disebut Asian Games ini akan digelar terhitung selama 15 hari atau sampai tanggal 02 September 2018. Kali ini, dengan bangganya Indonesia di tunjuk menjadi tuan rumah perhelatan olahraga terbesar se-Asia tersebut yang akan diselenggarakan di 2 kota besar Indonesia, yaitu Jakarta dan Palembang. Tentu masyarakat sangat antusias untuk menanggapinya karena akan ada banyak orang dari luar negeri khususnya dari benua Asia yang datang langsung untuk mendukung negaranya.

Untuk lebih nyaman dalam pelaksaannya dan mensukseskan acara, rencananya akan diberlakukan sistem ganjil genap bagi beberapa ruas Jalan di Ibu Kota. Terlihat dari persiapkan pemerintah DKI Jakarta pada bulan Juli ini sedang disibukan dalam melakukan uji coba perluasan sistem ganjil genap pada beberapa daerah di Jakarta. Ada 3 daerah yang menjadi tempat dilaksanakannya uji coba, yaitu di Bunderan Hotel Indonesia, Kelapa Gading dan Lubang Buaya. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang rencananya akan banyak pendatang ketika Asian Games sedang berlangsung.

Di sisi lain, ternyata ada dampak positifnya diberlakukan sistem seperti ini, yaitu kualitas udara yang semakin membaik di daerah percobaan sistem tersebut. Hal ini dibuktikan dengan pengecekan kualitas udara pada 3 daerah itu. Pada saat pengecekan kualitas udara dengan alat khusus, membuktikan adanya penurunan kadar senyawa nitrogen monoksida (NO), karbon dioksida (CO2) dan tetrahydrocannabinol (THC) yang tentunya ketiga senyawa tersebut diperoleh dari asap kendaran dan gas beracun.

Berdasarkan temuan dilapangan, setelah di cek dengan alat uji kualitas udara ketika sesudah diberlakukan uji coba sistem ganjil genap, terjadi penurunan konsentrasi senyawa CO sebesar 1,7%, THC sebesar 1,37% dan NO turun sebesar 14,7%. Pada kawasan Kelapa Gading, diketahui terjadi penurunan CO 1,15%, NO 7,03% dan NHC sebanyak 1,37%. Penurunan konsentrsi senyawa ini tentu menjadi konsekuensi positif mengingat Kota Jakarta terkenal dengan polusi udara yang tidak baik. Jika dilihat dari kasat mata, hal tersebut wajar terjadi penurunan karena kedaraan yang melewati kawasan uji coba itu berkurang sehingga polusi yang dihasilkan dari asap kendaaran juga mengalami pengurangan.

Meskipun begitu, perintah DKI Jakarta melalui Gubernur Anies Baswedan belum punya niat untuk memberlakukan sistem ganjil genap pada saat perhelatan Asian Games selesai. Walaupun kualitas udara membaik, tapi dikhawatirkan malah terjadi penumpukan kendaaran di daerah tertentu.  Karena kota Jakarta memang kota terpadat di Indonesia bahkan dunia, yang dilihat dari sering mengalami kemacetan di hampir semua ruas Jalan di Jakarta. Namun, saat ini pihak pemerintah telah membahas mengenai persoalan yang terjadi serta mencari solusi tentang penerapan sistem ganjil genap. Sehingga sistem ganjil genap bisa diterapkan seterusnya untuk memperbaiki kualitas udara dan mengurai kemacetan di Ibu Kota Jakarta.