Jika Terus Dibiarkan, Kebocoran Pipa Gas di Perairan Banten Berpotensi Mempengaruhi Ekosistem Laut

Semburan Air Akibbat Kebocoran Pipa Gas

Pada hari Senin sekitar pukul 10:00 wib terjadi kejadian yang tidak terduga di sebuah perairan Bojonegara, Serang Banten. Seketika di permukaan laut terjadi gumpalan air seperti semburan. Setelah dilihat dan dikonfirmasi, ternyata semburan itu berasal dari pipa gas yang bocor dari dalam laut. Informasi kebocoran pertama kali diketahui dari kapal KN Trisula milik KSOP Banten. Namun kebocoran pipa gas tersebut tidak terlalu berdampak pada warga, tidak terdapat gangguan pada sistem kelistrikan PLN dan tidak terlalu berdampak pula pada ekosistem bawah laut yang berada disekitar kebocoran.

Sejumlah pihak menyimpulkan bahwa pipa yang mengalami kebocoran itu adalah milik Perusahaan Gas Negara (PGN), namun setelah diperiksa oleh pihak PGN, mereka membantahnya. Dan ditarik kesimpulan baru bahwa pipa gas itu milik  Perusahaan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) yang berada di perairan tersebut. Walaupun demikian, pipa milik PT. PGN juga melintasi kawasan perairan itu dan berjarak sekitar 8 km dari pipa milik perusaan China. Tapi pipa milik PGN tidak terkena dampak apapun karena memang tidak bersinggungan jalurnya dengan dengan pipa milik CNOOC.

Yang paling penting adalah bahwa tidak adanya dampak yang begitu besar dari kebocoran pipa tersebut. Termasuk pada ekosistem laut. Tapi hal yang perlu dikhawatirkan adalah gas yang keluar dari pipa itu mengandung komposisi senyawa Metana (CH4) sebanyak 80-95%, Etana (C2H6) 10-15%, Propana (C3H8) and Butana (C4H10) masing-masing kurang dari 5%. Karena adanya komonen senyawa kimia utama berasal dari Metana, jika tidak cepat ditindak lanjuti maka akan berpotensi mempengaruhi ekosistem laut.

Memang saat ini tidak begitu mempengaruhi karena daya jelajah lingkungan bawah laut yang luas. Namun dengan pipa gas yang bocor terus-menerus jika dibiarkan maka akan berdampak pula pada ekosistem lingkungan bawah laut. Kita semua telah sepakat bahwa gas metana itu menjadi faktor utama penyebab pemanasan global sehingga berdampak pada perubahan iklim. Iklim yang terasa pada lingkungan akibat pemanasan global adalah cuaca yang berubah menjadi panas menyengat, udara yang sesak sampai paling besar adalah mencairnya 2 kutub yang ada di Bumi ini.

Tentunya semua dampak itu sangat membahayakan bagi tatanan kehidupan yang ada di planet kita. Mengapa bisa demikian? Metana adalah gas dengan emisi gas rumah kaca 23 kali lebih ganas dari karbondioksida (CO2), yang berarti gas ini merupakan kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global yang sedang berlangsung. Di beberapa negara dan belahan dunia rajin membuat seruan go green. Seruan go green ini bertujuan untuk membuat penghijauan di beberapa daerah yang terkena emisi gas atau daerah yang memang mengandung banyak polusi udara.

Seruan go green ini juga bertujuan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan seperti mengurangi kegiatan penebangan pohon, tidak buang sampah sembarangan dan tentunya menjaga lingkungan ekosistem bawah laut. Itulah kenapa pipa gas yang mengalami kebocoran ini perlu untuk ditindak lanjuti dengan segera. Selain itu, yang paling dikhawatirkan dari kebocoran tersebut yaitu merambatnya pada permukaan tanah dibawah laut, sehingga terbawa mengeluarkan gas alam atau gas Bumi. Dan gas bumi ini memiliki senyawa oksida belerang dengan baunya yang menyengat dan berpotensi membuat pencemaran bawah lautan di sekitar kejadian.

Tag: