Gas Condenser / Gas Cooler

Uap memang memiliki peranan penting dalam industri gas. Jika anda sering mendengar proses pengubahan uap menjadi zat cair (air), maka itu adalah contoh dari fungsi uap. Pertanyaannya, bagaimana cara mengubahnya? Tentu diperlukan alat yang bisa mendukung proses tersebut. Alat ini pada umumnya sering dinamakan kondensor yang tentunya mempunyai berbagai jenis tipe. Selain itu, kondensor bisa digunakan sebagai alat penukar kalor (panas) yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida. Umumnya alat kondensor dengan jenis CEC BM250-2 gas cooler cukup sering ditemukan.

CEC BM250-2 gas cooler banyak digunakan untuk dehidrasi inrapid dan meminimalkan komponen larut air dari gas yang hilang, untuk instrumen analisis gas online, memberikan contoh pengeringan gas yang lengkap. Hal ini dapat bekerja pada suhu sekitar + 5 ℃ sampai + 50 ℃

 

 

  • Output sample gas dew point: ≤ 5.0 ℃
  • SO2 lost rate: < 2% (@ SO2>100ppm, humidity = 5vol%)
  • Glass heating exchange tube with anticorrosion, easy to clean and high heating exchanging rate
  • Sample gas output temperature: +4℃±1℃ (factory setting)
  • Sample gas output dew point: ≤ 5.0 ℃ (+ 20℃ environment temperature)
  • Working temperature: +5 ℃ ~ +50℃
  • Sample gas handling capacity: 250NL / h
  • Sample gas input dew point: ≤ +80 ℃
  • Sample gas input temperature: ≤ +180 ℃
  • Sample gas input connector: OD6mm sleeve
  • Cooling liquid output connector: OD6mm sleeve
  • Cooler temperature alarm: ≥ + 8 ℃ when the alarm
  • Dual stage cooling
  • Warm up: ≤ 30min
  • Power supply: 220V AC 50Hz 250W
  • Back plate mounting
  • Housing color: 7035
  • Dimensions: 275W*300H*370Dmm
  • Weight: 23kg