Agar Lingkungan Bebas Polusi, Pemerintah Indonesia Mulai Menerapkan Standar Emisi Euro4

Tepat pada bulan oktober tahun 2018, penerapan bahan bakar standar euro4 mulai diberlakukan. Hal ini untuk mengurangi tingkat pencemaran polusi udara yang diakibatkan oleh gas buang kendaraan. Diharapkan dengan adanya BBM berstandar euro4, langit Indonesia bisa lebih bersih dan lebih terjaga. Walaupun euro4 ini masih mengeluarkan gas buang, tapi kadungan senyawa gas yang terdapat pada euro4 lebih ramah lingkungan. Sebelum euro4, Indonesia masih memakai bahan bakar standar euro2. Karena gas buang kendaraan dari euro2 ini menimbulkan polusi udara yang cukup berbahaya bagi manusia, maka pemerintah mulai mempertimbangkan untuk mengubah standar emisi di Indonesia menjadi euro4.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai euro4 ini, alangkah baiknya mengetahui standar berbagai euro dan sejarahnya terlebih dahulu. Uni Eropa (European Union – EU) di awal tahun 1990 mengeluarkan peraturan pada mobil bensin untuk bisa menggunakan teknologi transportasi yang lebih ramah lingkungan. Yaitu dengan cara mewajibkan penggunakan katalis yang awalnya disebut standar Euro 1. Ini dilakungan dengan tujuan untuk memperkecil kadar gas pencemar yang dihasilkan oleh kendaraan serta dalam upaya untuk mengurangi emisi. Karena euro1 masih dirasa belum maksimal, lalu secara bertahap EU memperketat peraturan menjadi standar Euro2 pada tahun 1996, Euro3 tahun 2000, Euro4 tahun 2005, Euro5 tahun 2009, dan Euro6 tahun 2014.

Nah di Indonesia sendiri, penggunaanya masih dalam tahap standar euro2. Sedangkan untuk kendaran bermotor, sudah memasuki tahap standar euro3 walaupun dirasa belum efektif karena penyebaran informasi yang tidak merata. Indonesia juga bisa dibilang merupakan negara yang tertinggal pada penerapan euro ini. Di eropa sebagian besar sudah menggunakan standar euro4 keatas. Sedangakn di asia tenggara, Indonesia sudah tertinggal dengan negara tetangga lainnya yang sudah menetapkan standar euro4.

Peningkatan standar emisi dari euro4 tersebut ditandai dengan peningkatan kualitas BBM. Pihak pertamina sendiri telah mengklaim bahwa mereka telah mempunyai BBM yang berstandar euro4 pada Pertamax Turbo. Pertamax Turbo mempunyai kadar sulfur yang rendah dengan angka 50 ppm. Nilai angka itu sudah memenuhi persyaratan yang bisa digunakan untuk kendaraan dengan mesin standar euro4. Lalu apa saja kandungan yang ada pada standar emisi euro4 sehingga bisa diklaim sebagai gas yang ramah lingkungan?

Sebenarnya emisi gas buang kendaraan pada standar euro4 ini masih memiliki unsur pencemar pada senyawa NOx. Namun bedanya, nilai gas buangnya lebih rendah daripada standar euro sebelumnya. Standar euro4 pada mesin bensin memiliki kandungan senyawa CO 1 gr/km, HC 0,1 gr/km, dan Nox 0,08 gr/km. Sedangkan standar euro4 pada mesin diesel memiliki kandungan senyawa CO 0,50 gr/km, HC+NOx 0,3 gr/km, dan pm 0,025 gr/km. Nilai dari angka senyawa tersebut sudah masuk kategori sebagai gas yang ramah lingkungan.

Untuk itu sesuai dengan arahan pemerintah, mulai  7 Oktober nanti semua kendaraan berbahan bakar bensin harus mulai menggunakan standar emisi euro4. Sebelum itu, pada awal bulan Agustusnya, standar emisi Euro4 akan dideklarasikan oleh produsen mobil di Indonesia yang akan launching di Gaikindo Indonesia International Auto Show. Harapan bagi semua pengguna kendaraan, dengan emisi yang bagus akan mengurangi pencemaran udara, dan emisi ini terdapat pada euro4.